Books and Movies

Kembara Rindu Kang Abik yang Menggantung

Bicara tentang kembara rindu, novel terbaru kang  abik dengan latar 2 daerah di Indonesia, Pulau Jawa dan Sumatera.

Senang banget bisa punya buku ini di masa pre order. Jadi dapat bonus ttd Kang Abik dan pouch berwarna putih. Buku ini baru banget keluar. Yang buat aku lebih jingkrak-jingkrak kegirangan adalah karena nama desaku disebut hahaha. Walaupun Cuma selewat doang, karena intinya sih menceritakan pesantren di Cirebon. Ya sudahlah tak apa. Latar cerita utamanya sih di Lampung, kemudian di Cirebon. Tentang Kuningan hanya disebut nama jalan dan SPBU. Ah, dan tentu saja gunung ciremai. Pesantren yang diceritakan dekat dengan kaki gunung yaitu di Sidawangi.

Semoga kamu percaya kalau aku memang dapat buku ini saat pre order. Sesungguhnya draft ini sudah lama dan ribut meneriaki aku biar segera dipublish. Seperti yang kamu lihat, ia baru muncul hari ini 😀 ._.

Sekilas Rindu yang Mengembara

Amanah Kakek

Setelah lulus sekolah Aliyah, Ridho menerima mandat dari kakeknya agar jangan pulang sampai Kyainya sendiri yang menyuruhnya pulang. Ridho juga menikmati kebersamaannya dengan Sang Kyai.  

Sementara itu Ridho tidak tahu kalau keluarganya di Lampung  sedang kesulitan. Ia tidak punya telepon untuk bisa menghubungi mereka. Kakek yang menjadi tulang punggung keluarga tengah koma.  Syifa sebagai satu-satunya yang masih muda, cukup dewasa dan masih ‘sehat’ untuk melakukan sesuatu, akhirnya bertindak sebagai kepala keluarga. Ia menjual pisang goreng dan air mineral di tempat-tempat yang sering dikunjungi.

Di tengah kesulitan itu Syifa ingin agar Udonya pulang. Dia hanya bsia mengirim surat, itupun tidak tahu apakah suratnya itu sampai pada Ridho atau tidak. Sementara itu di Sidawangi, Ridho sedang terkantuk saat pengajian pagi karena semalam telah mengantar putri kyainya latihan mengendarai mobil hingga tengah malam. Kyai Nawir yang mendapati Ridho tertidur, membangunkannya dan mengajak ridho sarapan. Kyai Nawir seperti tau kondisi keluarga Ridho, ia menyuruh Ridho pulang besok. Beliau bilang kalau keluarga dan masyarakat di sana sangat memerlukan Ridho.

Ridho pun berkemas dan membereskan segala urusannya di Sidawangi. Cak Rosyid sebagai guru dan juga teman dekatnya memberikan jurus silat andalan ciptaannya sendiri. Ridho selalu bersemangat jika berlatih silat.

Besok sorenya Ridho sudah berangkat bersama Diana, Anak Kyai Nawir, menuju Lampung. Diana harus melanjutkan sekolahnya ke Unila. Sementar Ridho akan kembali ke kampung halamannya. Di Lampung, Diana tinggal di Rumah kakaknya, Kyai Shobron. Sampai di rumah Kyai Shobron saat subuh, Ridho baru bisa melanjutkan perjalanan ke kampung halamanya setelah jam 3 sore.

Perjuangan Saat Pulang

Kyai Nawir sepertinya memang tau kalau keluarga Ridho sangat membutuhkan pertolongannya. Sehingga beliau menyuruh Ridho pulang di saat yang tepat. Dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Way Meranti, Ridho bertemu Syifa dalam kondisi yang genting. Untung saja Ridho mendengar teriakan Syifa meminta tolong. Saat sampai di rumah, Syifa menceritakan semuanya. Mulai saat itu, Syifa tidak sendirian lagi berjuang untuk keluarganya, ia dibantu Ridho dan ditemani si kecil Lukman.

Namun, kehidupan di tempat asalnya lama-lama membuat Ridho tertekan. Usahanya untuk membuka usaha tidak kunjung mendapat keuntungan. Keberadaannya yang diharapkan oleh warga sekitar dapat meramaikan masjid peninggalan kakeknya tidak terjadi. Sehingga menimbulkan pembicaraan yang tidak enak didengar. Belum lagi ujian yang datang bertubi-tubi.

Syifa adalah anak dari ayah yang memiliki perkebunan besar di Lampung. Sayang sekali saudara dan ibu tirinya tidak mau mengakui Syifa. Padahal Ayah Syifa sudah jelas memberi wasiat untuk Syifa dan Lukman. Saat Ridho, Syifa dan Lukman datang ke rumah Bu Rosma, Ibu Tiri Syifa, mereka malah langsung diusir. Seolah-olah merkea yang punya salah. Saat mereka mengunjungi Ibu Suliyani, teman Ibu Nurlaila (ibunya Syifa) yang pernah meminjam uang ke Ibunya Syifa juga tidak berhasil. Mereka mendapatkan respon yang kurang baik. Ibu Suliyani bilang kalau sedang tidak ada uang dan tidak diberi apapun sampai pulang. Padahal mereka berdua dulunya teman dekat saat di Hong Kong.

Gagal sudah usaha Ridho untuk bisa membantu Syifa dan Lukman mendapatkan haknya. Saat sedang berjualan di pasar, Syifa ditangani temannya, Santi. Ia menawarkan kesempatan untuk menjadi artis terkenal lewat produser yang datang langsung dari Jakarta. Semua itu karena video Syifa bernyanyi diunggah ke youtube dan banyak yang melihat. Syifa tadinya sudah terpikir untuk menerimanya, tapi setelah diskusi dengan Ridho, Syifa memutuskan untuk bisa menggunakan suara indahnya melantunkan ayat suci al-Quran. Bukan untuk mengibur banyak orang dengan penampilan yang diatur oleh manajemen. Syifa ingat kata-kata Udonya untuk menghasilkan uang dengan cara yang barokah.

Pilihan yang Diberkahi

Di saat seperti itu, Kyai Shobron datang menjenguk bersama Bu Nyai dan Diana. Kedatangan mereka memberikan kesegaran bagi Ridho dan Syifa dalam menghadapi kondisi yang dihadapi saat ini. Kyai Shobron mengingatkan Ridho yang belum menyampaikan amanat dari Kyai Nawir untuk Kyai Harun di Gisting. Esoknya Ridho, Syifa, Lukman dan rombongan Pak Kyai berangkat ke Gisting.

Kedatangan Ridho dan rombongan Kyai Shobron sudah ditunggu oleh Kyai Harun. Dalam pertemuan itu, Ridho mendapatkan nasihat-nasihat yang sangat berharga untuk bisa keluar dari masalah yang sedang dialaminya saat ini. Ridho diingatkan untuk menjaga pusaka warisan kakeknya, masjid di depan rumahnya. Ridho juga diingatkan untuk menyelesaikan skripsi dan melanjutkan sekolah syifa.

Sesampainya di Way Meranti Ridho langsung menyusun rencana dan melaksanakan nasihat-nasihat dari Kyai Harun. Apalagi Ridho juga sudah diberi kelapangan, pinjaman lunak sebanyak 40 juta dari Kyai Shobron. Ridho bertekad untuk memakmurkan Masjid, menyebarkan ilmu yang telah ia dapat di Pondok pesantren. Usahanya juga ditambah, ia jualan bubur setiap pagi bersama Syifa, mengolah ladang dan beternak ikan.

Alhamdulillah, hasil dari itu semua Syifa bisa lanjut sekolah, menghafal Quran dan kuliah. Ridho juga telah mendirikan Pesantren, bernama Al-Ihsaniyyah. Saat menjelang acara Akhirus sanah, ridho bermaksud mengundang santriwati dari pesantren Kyai Harun untuk sima’an Quran. Pada saat itulah Lina menyadari kalau Syifa adalah adik kandung seayahnya yang waktu itu pernah diusir dari rumah oleh ibunya. Lina merasa hina sekali, anak yang diusir itu ternyata telah memberikan kehormatan pada Ayahnya di akhirat dengan membaca Al-Quran. Sementara keluarganya sibuk mempertahankan harta yang tidak dibawa mati.

Lina berada di dekat Diana dan teman-temannya. Diana dan Syifa sudah saling kenal, selesai tampil, Syifa menghampiri Diana dan mengobrol. Saat berhadapan dengan Lina, ia tak kuasa menahan haru dan tangis, kemudian dia memeluk Syifa dan memanggilnya adikku. Sementara Syifa yang masih terheran-heran berusaha mengingat siapa wanita itu. Akhirnya Syifa ingat, dia adalah pemilik wajah pada foto yang pernah ia lihat di dinding rumah Ibu Tirinya. Dia kakak tiri Syifa.

Selanjutnya…..

Cerita selanjutnya bersambung… cukup mengganggu ini akhirnya. Mengganggu orang yang baca biar cepet-cepet tau akhirnya kayak gimana. Sayangnya, Kang Abik harus berangkat dulu ke Jerman.

Buku Kembara Rindu ini adalah dwilogi. Jadi mari kita tunggu buku kelanjutannya. Baiklah, ada yang bisa tebak kira-kira kapan Kang Abik luncurkan buku selanjutnya?

Author

rahmasafira
rahmasaf@rahmasafira.com
Life is a fight. Tugas kita adalah berusaha. Tentang hasil, serahkan semuanya pada Yang Kuasa.

Bagaimana komentarmu? :)

%d bloggers like this: