Ah, Masa Iya? Serius?

Masak Nasi Cuma Pake Panci? Emang Bisa?

Rahma Safira – Pernah gak kamu nemuin kondisi keterbatasan yang bikin kamu jadinya harus coba hal yang gak biasanya kamu kerjain?

Bagi kamu yang suka naik gunung, turun ke hutan, mungkin gak asing lagi ya dengan masak nasi cuma pake panci doang.
Bagi anak kosan, hmmm seringnya pakai magic com kan? Lebih praktis dan hemat waktu laah. Atau masih ada anak kosan yang masak nasinya kayak masak nasi kalau di rumah sendiri di kampung yang pakai dua panci dan harus diangkat dulu baru ditaruh di kompor lagi untuk dikukus sampai matang? Hmm kalau ada berarti kamu sangat melestarikan tradisi terdahulu sebelum mengenal magic com. Saluuut. Artinya kamu bisa bertahan hidup kalau listrik lagi mati 😂

Nah ini aku mau bagi-bagi cerita dan cara buat para anak kosan biar gak tergantung sama yang namanya magic com. Dan biar kamu tetep bisa makan nasi walaupun listrik mati.

Masak nasi sama panci doang satu emang bisa ya? Awalnya aku juga ragu. Tapi buktinya itu magic com aja di satu tempat bisa kok. Nah, ternyata ada tips dan triknya nih gaes.

Tips dan Trik

Masak nasi di magic com itu uapnya nggak keluar. Berarti kalau mau masak nasi manual juga harus diupayakan sama. Sebenarnya masak manual juga sesi pertamanya itu setengah matang, tujuannya biar nasi gak nempel-nempel di dinding panci. Terus sesi keduanya yg dikukus itu, untuk tahapan sampai matang dan biar nasinya gak nempel juga di dinding panci, nasi yang setengah matang itu dibungkus sama saringan nasi. Rapih banget ya orang-orang terdahulu. Jadi gak ada tuh nasi yang terbuang.

Terus aku jadi inget Habib Luthfi bin Yahya, kalau ada nasi yang terjatuh dan sekiranya masih bersih, beliau ambil lagi. Inget juga perjuangan para petani untuk bisa menghasilkan bulir-bulir padi. Makanya kalau lihat orang yang makannya gak abis, apalagi makan nasi, itu rasanya ya ampun. Rasanya aku ikut sakit hati. Hiks

Nah untuk masak nasi manual yang cuma satu wadah, caranya adalah hmm hampir sama sih.

1. Masukkan beras dan air setinggi satu ruas jari dalam panci. Boleh ditambahkan jika dirasa kurang.

2. Tutup panci dan jaga agar uap tidak keluar. Dalam kasus ini waktu itu berhubung aku gak punya panci yang ada tutupnya, jadi untuk nutupin si panci ini aku pakai wadah yang ada aja. Dan yang ada saat itu adalah kuali. Jadilah ia tidak tertutup dengan sempurna sehingga ada uap air yang menetes-netes dari pinggir kuali dan membasahi kompor (ini kurang baik, jadi jangan ditiru ya).

3. Biarkan panci dan jangan sering diaduk. Tunggu nasi sampai matang. Matangnya nasi dapat dilihat dari air yang sudah mulai berkurang. Untuk memastikan kalau matangnya merata, aduk nasi bolak-balik. Jika dirasa masih belum empuk atau bahasa sundanya gates, boleh ditambahkan air lagi secukupnya.

4. Jika air sudah surut dan nasi sudah empuk, maka nasi sudah siap untuk disajikaaaan. Yeay (yaiyalah semua orang juga tau kalau empuk ya udah mateng).

Jadi begituuu caranya. Nah cara ini cocok banget nih buat kamu yang suka naik turun gunung, masuk keluar hutan, atau sering ke luar ke antah berantah. Cocok juga buat kamu yang lagi kejebak mati listrik seharian atau mungkin berhari-hari di kosan (kayak nasib yang nulis ini).

Oh ya, kalau kamu udah coba cara ini, ceritain yuk di kolom komentar 🙂

Author

rahmasafira
rahmasaf@rahmasafira.com
Life is a fight. Tugas kita adalah berusaha. Tentang hasil, serahkan semuanya pada Yang Kuasa.

Bagaimana komentarmu? :)

%d bloggers like this: