Euforia Ramadhan, Apakah harus?
Thoughts

Euforia Ramadhan… Apakah Harus?

Rahma Safira – Jadi ini udah Ramadhan yang ke berapa selama kamu hidup?😅 Ada sedikit cerita kehidupan dua anak manusia yang tinggal seatap di awal Ramadhan. Mereka 2 insan perantauan di Ibu Kota. Kita intip dulu yuk.

“Oy maaa… Sahur ketiga sama apa nih yaaa enaknyaaa?”, tanya Rina sambil ngeliatin video masak rendang di yutub. Mupengnya dia udah gak bisa disembunyiin lagi.

“Heh… Itu stok ayam kuning di kulkas masih ada juga. Pake yang ada dulu aja,” aku lewat sambil nggebukin buku catatan Ramadhanku ke dia. Udah dari hari pertama si Rina nanyain menu sahur dan buka. Ribet amat tiap sahur dan buka harus beda mulu.

“Oh.. Yah.. Masih ada ya? Hmm kirain udah abis. Aku lagi ngebayangin enak kali yaa kalau sahur pakai rendang nanti, ma.”

“Ya udah bayangin aja dulu. Udah enak kan? Nanti malem kita abisin stok yg masih ada di kulkas. Bayangin aja itu rendang.”

Rina merengut. “Oh iya, Ma! Kita kan punya bumbu rendang. Nanti ayamnya kita masak pake bumbu rendang aja, gimana?” Sumringah banget si Rina, terus langsung ke dapur.

“Hhhh ya terserah deh. Udah bumbu kuning pake bumbu rendang pula. Btw, gimana progress target-target amalan mu Rin? Kok di grup belum setor. Udah jam 9 nih,” tanya aku sambil rekapin setoran di grup.

Kita emang bikin grup khusus dari sejak awal Ramadhan buat mantau dan saling ngingetin biar Ramadhan ini gak ngeloss gitu aja. Coba bikin lingkungan positif sendiri selama Ramadhan ini. Bayangiiin ini 1 bulan yang beda banget sama 11 bulan kemarin. Yang mana kalau mau ketemu dia lagi harus nunggu 11 bulan lagi. Itu pun kalau masih bisa ketemu. Lah, kalau kitanya udah pindah alam gimana tuh? -_-

Si Rina nimpalin sambil teriak. “Ya ampuuuuun aku masih setengah juz lagi beluuum!”

Praaaang… Sreeengggg…. Bug… Bug… Bug…. Halah lagi ngapain juga tuh si Rina. Aku geleng-geleng kelapa aja. Eh, kepala maksudnya.

Istimewanya Ramadhan Tak Pernah Berkurang

Ramadhan adalah serangkaian hari istimewa yang terangkum dalam 1 bulan istimewa dan sudah dipastikan akan hadir setiap tahun. Hal yang tidak pastinya adalah, apakah diri kita masih bisa bertemu Ramadhan selanjutnya? Atau jika alhamdulillah kita masih sampai pada Ramadhan, apakah kita juga akan sampai hingga ke hari terakhirnya?

Keutamaan Ramadhan tidak pernah berganti ataupun berkurang. Keutamaannya tidak kurang dari apa yang pernah kita tahu sebelumnya. Kalau dulu merasa senang saat ramadhan, tarawih jamaah, habis subuh tadarusan, menjelang buka dan saat sahur sambil lihat ceramah atau acara di TV dan gak sabar nanti buka ada es apa lagi. Setiap kultum di TV, radio atau yutub, dibahas keutamaan ramadhan setiap harinya. Hal itu tidak ada yang berubah pada Ramadhan. Yang berubah adalah kita terhadap Ramadhan itu sendiri. Kalau keutamaannya bertambah emang bisa? Bisa. Tergantung seberapa jauh kita mendalami perihal Ramadhan ini. Sehingga keutamaan yang lebih dalam terungkap dan meresap ke dalam diri kita.

Kalau dulu kita pernah merasa ia begitu istimewa. Kemudian sekarang merasa biasa saja. Tak ada desir yang menggetarkan hati. Tak ada kelapangan yang menghampiri pikiran. Berarti ada yang luput dari kita. Lebih tepatnya, pikiran kita.

Gak ada lagi memori keutamaan Ramadhan yang melekat jelas di pikiran kita. Sehingga tak ada getar yang sampai ke hati, juga dorongan untuk aktualisasi dalam sikap. Pikiran kita mungkin udah terlalu penuh dijejali urusan dunia selama 11 bulan kemarin. Masih inget caranya puasa aja udah alhamdulillah. Ckck. Nah, kalau udah begitu. Ketauan deh bolongnya di mana. Saatnya buat nambal yang bolong itu sekarang juga. Hah.. Sekarang? Yaiyalah kapan lagi? Besok lu masih idup emang? –“

Perlu Nyiapin Apa Aja sih?

Bukan cuma stok makanan siap saji juga makanan hidangan berbuka yang perlu disiapkan. Tapi juga bekal – bekal ilmu supaya amal ibadah bisa lebih terasa di bulan Ramadhan ini. Jangan kayak si Rina yang pusing mikirin menu sahur dan buka aja. Tapi target Ramadhan jadi lupa.

Kesibukan di dunia jangan sampai menghalangi kita untuk lebih giat beribadah di bulan yang mulia ini. Kesadaran dan semangat untuk beribadah muncul dari kepahaman kita bahwa bulan Ramadhan benar-benar bulan yang istimewa. Karena ada hal-hal yang bisa kita dapatkan di sini tetapi di bulan lainnya yang 11 itu tidak bisa. Itulah mengapa bulan Ramadhan ini benar – benar berbeda.

Tulisan ini semata – mata sebagai pengingat diri khususnya, agar senantiasa ingat apa-apa saja kemuliaan di bulan suci ini. Sehingga bisa lebih giat dan semangat beribadah. Agar lebih sadar untuk tidak mau tersia – siakan waktunya.

Membuat Diri Kita Merasa Spesial

Banyak orang tau bahwa Ramadhan akan datang. Tapi rasa tahu ini ya hanya sebatas tanggalan di kalender, atau saat ini di HP (karena kebanyak orang mengecek tanggalan di HP), atau sebatas selebaran jadwal sholat pas imsak yang rutin dibagikan masjid-masjid atau lembaga-lembaga.

Kalau memang rasanya masih biasa, seharusnya kita tanya pada diri kita sendiri. Kok bisa ya aku ngerasanya biasa aja? Ada apa ini? Seharusnya pertanyaan-pertanyaan itu muncul. Ketika rasa tak lagi sama, ada Akal yang bisa jadi tempat bertanya dan petunjuk jalan. Ia sebagai pemicu gerak diri kita. Saat rasa bilang “biasa aja”, akal itu menolak, ia sadar kalau lazimnya gak seperti ini. Dengan tuntunan akal, kita jadi sadar bahwa ada yang harus dipermak (udah kayak jeans aja).

Kalau sudah begitu bagaimana? Itu artinya seharusnya kita sendirilah yang membuat momen mendekati bulan Ramadhan ini menjadi momen yang menyenangkan. Kita merasa biasa saja, itu bisa jadi karena pikiran dan diri kita telah terkuras habis perhatiaannya pada hal lain. Entah mungkin terlalu lelah atau terlalu banyak yang perlu diselesaikan. Atau lelah kenapa dia gak segera jatuh ke pelukan (halaah). Bisa jadi lagi karena kita tidak benar-benar paham dan mengetahui apa saja sih keistimewaan Ramadhan itu.

Nah! kalau begitu adanya, berarti kita perlu cari tau langsung apa aja sih keutamaan bulan Ramadhan itu, apa aja keistimewaan yang hanya ada di bulan Ramadhan. Kalau iya pikiran dan fisik kita sudah lelah oleh hal lain, maka saatnya untuk ambil sedikit jeda. Luangkan waktu barang sedikit untuk merenungi waktu-waktu Istimewa yang kian mendekat. Saatnya luangkan waktu kita untuk sungguh-sungguh berbahagia menyambut bulan Ramadhan ini dengan penuh kesadaran. Maksudnya dengan kesadaran adalah, kita tahu bulan Ramadhan ini bulan ibadah, maka seharusnya kita sudah menyiapkan agenda ibadah apa saja yang akan kita lakukan di bulan Ramadhan ini. Kita tau kalau bulan Ramadhan ini pahala banyak dilipatgandakan, maka seharusnya kita punya semangat lebih untuk melakukan banyak hal baik, dan itu dibuktikan dengan rencana-rencana kita sebulan ke depan.

Yasudah, daripada kelamaan baca tulisan cuap-cuap saya, lebih baik baca langsung aja beberapa poin keutamaan Bulan Ramadhan di bawah ini.

KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

1. Bulan diturunkannya Al Quran

Dalam surat Al-Baqarah 185, dengan jelas disampaikan bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Quran. Tandanya apa? Ya harusnya kita semakin sering interaksi dengan Al Quran. Aku bilang semakin sering loh ya. Semakin sering itu artinya lebih banyak dari bulan biasanya kamu. Bukan berarti kamu jadi kudu tiba-tiba sehari baca 2 juz. Gak juga. Kalau biasanya baca 3 juz ya jadi 4 gitu kan. Intinya, make an improvement!

Aku sadar memang Al Quran itu jika diibaratkan, ia bagai gunung yang perlu ditaklukan. Nggak semua orang merasa familiar dengan sebuah pendakian. Begitupun Al Quran. Bahkan yang sering mendakipun, akan temukan bagian gunung yang cukup menyulitkan baginya. Pengibaratan ini tidak hanya bagi yang menghafalkan, tapi juga membaca.

2. Bulan dibukakannya Pintu Surga dan ditutup Pintu Neraka.

Dalam riwayat hadits Bukhori yang artinya “Apabila datang bulan Ramadhan maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan yang jahat dibelenggu.”

Berarti apa? Berarti setan gak bisa kamu jadiin kambing hitam lagi. Kan dia dibelenggu. Kalau ada apa- apa, berarti itu mah kamunya aja. Hayolooooo… Tapi tenang. Allah Maha Pengampun dan menyukai orang-orang yang bertaubat. Momen Ramadhan ini cocok banget buat kamu rajin-rajin ketuk pintu taubat ini. Jangan sampe niat taubat sekarang, terus niat juga nanti beres Ramadhan mau balik lagi kayak dulu. Hey hey.. Ingeet.. Gak ada yang tau kan kapan kita saatnya memasuki alam lain?

3. Bulan yang pernuh berkah dan pengampunan.

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhori, “Bahwa Nabi Muhammad bersabda, barang siapa yang menunaikan sholat di malam lailatul qadar dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, maka Akan diampuni dosa-dosa yang terdahulu. Dan barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, maka diampuni dosa-dosa yang terdahulu.” Nah ini. Yuk rajin-rajin taubat.

4. Pahala dilipatgandakan.

Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Abu Bakr bin Abi Maryam mengatakan bahwa banyak guru-gurunya yang berkata, ‘Apabila telah tiba bulan Ramadhan maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq di bulan Ramadhan dilipatgandakan bagaikan infaq di jalan Allah, dan tasbih di bulan Ramadhan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain”.

Siapa yang gak mau dapat pahala berlipat? Kayaknya nggak ada deh. Kan pada suka dapet bonus atau diskon gitu kan. Nah ini Ramadhan bisa dibilang lagi promo pahala besar-besaran gitu.

5. Terdapat malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

Hanya di bulan Ramadhan, terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan (Lailatul Qadr). Udah tau kan? Kalau nggak tau, baca Surat Al Qadr sering-sering deh ya sama artinya.

6. Mustajabnya Doa di Bulan Ramadhan.

Nabi SAW bersabda “Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”. (HR. At Tirmidzi).

Cocok banget nih. Kamu pengen siapa? Eh maksudnya pengen apa? Tinggal minta sama Allah. Gak perlu harus nunggu habis sholat, atau nunggu sepertiga malam. Doa mah Doa aja. Asal kamunya puasa. Gak batal kan puasanya?

7. Bulan yang mengajarkan sabar dan meningkatkan taqwa.

Seperti pada surat Al Baqarah ayat 183 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.

Tuh gaes. Ini itu wajib. Di rukun Islam juga ada kan ya. Jadi yuuuuuukkk semangaaat ya puasanya.

Saatnya Beraksi

Sekarang kita udah sama – sama tahu nih apa aja keutamaan bulan Ramadhan. Jadi ayo ambil bagian yang banyak di bulan ini.

Semoga Allah sampaikan kita hingga akhir bulan Ramadhan. Semoga Allah beri kita kesehatan agar bisa beribadah dengan maksimal.

Keutamaan Bulan Ramadhan Diambil dari: sini

Author

rahmasafira
rahmasaf@rahmasafira.com
Hidup adalah anugerah. Kita hanya perlu terus berusaha, berproses dan yakin. Hasil sudah ranahnya Yang Maha Kuasa. Tapi kita sangat boleh berdoa. Jangan lupa kawal doa-doa itu dengan sholawat.

Comments

Avatar
April 26, 2020 at 4:37 am

Terima kasih atas tulisannya..Mengingatkan saya kembali untuk memaksimalkan Ramadan kali ini



Avatar
April 26, 2020 at 5:09 am

Barakallah, terus berbagi ya. Mayan buat bahan bacaan di Bulan Ramadhan



Avatar
April 26, 2020 at 5:11 am

Mantaap kudu Semangaaat.. 😚👌



Avatar
Pak Ridun
April 26, 2020 at 8:36 am

Gooddd



Avatar
IDRUS GORONTALO
May 1, 2020 at 10:09 am

Semangat mengejar keberkahan di bulan ramadan. Moga aja kita peroleh kemuliaan di buka suci ini.



Avatar
May 1, 2020 at 8:58 pm

Ramadan memang istimewa yaa harus kita jalani dengan syukur dan penuh sukacita, semoga ramadan kita kali ini lebih bermakna dan berkah aamiin



Avatar
Fadli Hafizulhaq
May 1, 2020 at 10:45 pm

Di bulan Ramadhan ini semua pahala ibadah dilipatgandakan, sayang banget kalau kita gak bisa maksimal ya Mbak. Semoga kita semua bisa meraih derajat taqwa dengan berjuang di Ramadhan ini dan dipertemukan dengan Ramadhan selanjutnya.



Avatar
Kak Saif
May 2, 2020 at 5:51 am

Poin nomer 2 bikin nyes banget. Kalau kita masih bermaksiat, berarti kitanya yg doyan. Wong setan udah diikat.

Hehehe



Avatar
May 4, 2020 at 2:55 am

Alhamdulillah Ramadan kali ini benar-benar beda. Kita menyepi atau bersama keluarga saja dalam melaksanakan berbagai ibadah. Barangkali sebelumnya kita terlalu lebay menyambut Ramadan atau saat berbuka. Maka Allah memberikan cobaan corona ini agar kita benahi diri…



Avatar
May 5, 2020 at 12:39 pm

Setuju. Mau gimana pun kondisi Ramadannya, keistimewaannya tak pernah surut. Ia selalu spesial dibanding 11 bulan lainnya.



Bagaimana komentarmu? :)

%d bloggers like this: