Kompilasi ikhlas dan niat saat ramadhan
Thoughts

Kompilasi Ikhlas serta Niat saat Ramadhan

Rahma Safira – Sudah berapa kali aku melewati jalur kereta itu. Dan bapak-bapak yang selalu duduk disamping pagar itu selalu menyapa, “Lihat kanan! Lihat kanan!” Sambil tengok kanan dan juga kiri aku pun berlalu. Sebenarnya ingin tanya sih. Kenapa harus tengok kanan? Sementara kalaupun jalur pertamanya selalu lewat kanan, tapi kan jalur keduanya tetap saja ada kemungkinan dari kiri. Kereta juga akan berlalu sama cepatnya. Harusnya nengok kiri kanan dong? Tapi akhirnya itu hanya ada dalam pikiranku saja dan belum sempat aku utarakan.

Apa yang membuat bapak-bapak itu rela duduk sejak pagi di samping pagar untuk ngasih tau orang yang lewat celah pagar itu yang mana mereka bermaksud menyebrang rel, untuk lihat sisi kanan. Padahal orang-orang yang lewat itu gak ngasih apa-apa. Bahkan kendaraan bermotor yang lewat pun juga kadang nggak ngasih apa-apa juga.

Makna ikhlas mungkin bisa jadi disematkan kepada sang Bapak. Terlepas dari apa yang mungkin dia dapat, husnudzon sajalah. Lagipula tidak banyak juga orang yang bertahan untuk duduk seharian di pinggir rel kereta dan tidak bosannya mengatakan, “Lihat kanan!” pada setiap yang lewat. Bukankah begitu? Ia juga tetap seperti itu walaupun wabah corona ini datang. Dia tetap duduk di sana dan berkata pada setiap yang lewat untuk lihat kanan. Tidak ia hiraukan juga apakah yang lewat itu sehat atau tidak, pakai masker atau tidak.

Bicara makna keikhlasan, jadi ingat dengan kondisi Ramadhan ini. Ramadhan yang sangat berbeda, karena setiap orang merasakan bagaimana Ramadhan di tengah pandemi. Dilarang ke mana-mana. Bahkan tarawih juga tidak ada jama’ah. Jadi banyak muncul imam dadakan di rumah-rumah. Tapi bagus juga bukan? Rumah jadi lebih hidup dengan para penghuninya yang sholat berjama’ah.

Ikhlas dalam Berpuasa

Bulan Ramadhan adalah bulan umatnya Rasulullah SAW. Bulan dimana sebulan penuh diwajibkan untuk berpuasa. Puasa adalah amalan ibadah yang khusus. Pahalanya langsung dari Allah. Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Allah SWT berfirman, ‘setiap amal kebaikan memiliki balasan pahal sepuluh kali lipatnya sampai tujuh ratus kali lipat kecuali ibadah puasa. Karena sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalaskan pahalanya’,” (HR. Bukhari).

Siapa yang tahu pasti bahwa seseorang itu berpuasa atau tidak? Kita tidak bisa menebak-nebak. Kalau mau yakin dia puasa atau tidak, kita harus lihat dia di keseluruhan hari. Atau bahasa lainnya shadowing. Tapi ya kali mau shadowing dia hanya untuk tau pasti dia puasa atau nggak, ya kan? Jadi hanya Allah yang tahu pasti. Karena puasa terkait keikhlasan. Seseorang yang berpuasa rela meninggalkan apa –apa yang nikmat baginya hanya karena Allah. Ia tinggalkan makan dan minum, ia tinggalkan istri atau pasangannya, ia tinggalkan nafsu syahwatnya, ia tinggalkan amarahnya, juga menahan keinginan berkata-kata kotor. Ibadah puasa juga bisa dibilang yang terpanjang dan penuh goda. Karena ia hampir seharian. Tidak mungkin kita selama 30 hari berpuasa dan selama itu hanya tidur dan rebahan aja. Pasti ada saja hari dimana tetap harus beraktifitas seperti biasa.

Saat seseorang yang sedang berpuasa itu sendirian, tidak ada seorang pun yang melihat, bisa saja ia makan dan minum. Tapi kembali lagi, ia tidak melakukan itu semua karena ia sedang berpuasa. Semalam ia telah berniat dan Allah mencatat niatnya untuk berpuasa esok hari. Malu dong kalau ternyata batal. Walau orang lain nggak tau, tapi Allah tahu. Eh tapi, kalau ada orang lain yang tau juga? Ya kebayang nggak tuh malunya -_- ? Dobel-dobel deh. Eh, tapi malu itu kan sebagian dari iman ya. Jadi gimana kondisi iman dia? Masih ada? Iya emang, Iman itu tidak tetap. Dia bisa naik dan turun. Tapi kalau udah tau turun ya jangan dibiarin aja dong Kang, Mas, Mbak. Naekin lagiiiiiii kuy. Ah, jadi kemana-mana juga nih. Balik lagi. Nah, karena itu Allah telah menjanjikan amal puasa itu untuk-Nya. Allah juga telah menyediakan pintu khusus di Syurga yang bernama Ar-Royyan. Pintu khusus bagi hamba-hambaNya yang senang berpuasa. Masyaallah gak tuhhhh?

Bisa dibilang ibadah puasa itu ibadah yang paling ikhlas. Karena sulit untuk berbuat riya dalam puasa. Jika tidak ditanya, atau tidak ada yang peka nanya, “Eh kamu kok gak makan? Puasa ya?” Gak akan ada yang tahu kalau dia sedang berpuasa.

Memperbanyak Niat Berpuasa

Loh kok dibanyakin gimana nih maksudnya? Ini bukan mau menyalahi kaidah ya. Tapi hanya mengingatkan kembali kalau segala amalan tergantung niatnya. Bahkan jika hati sudah berniat sementara raga belum bergerak mewujudkan, bisa jadi Allah telah catat pahalanya. Itu saking petingnya niat. Lebih lengkapnya kamu bisa baca di sini.

Memang untuk Ramadhan ini sudah ada niat khususnya. Itu yang biasa kita lafalkan dalam bahasa arab. Kalau orang sunda, suka ada juga tuh yang baca sama artinya.

Nah disamping itu, ada baiknya secara sadar kita niatkan juga dalam hati hal-hal baik lainnya yang mengiringi puasa ini. Kenapa? Ya itu tadi. Amalnya bisa satu, tapi saat niatnya banyak Allah bisa catat ganjarannya dari tiap-tiap niat kita. Nah enak gak tuh? Kita ngelakuin satu, tapi dapet banyak. Jadi sambil menyelam minum air gitu (jangan dilakuin kalau lagi puasa, batal nanti).

Jadi, niat-niat apa sajakah yang bisa kita niatkan dalam hati untuk puasa Ramadhan ini? Berikut ini adalah daftar niat yang bisa kita lakukan untuk berpuasa. Niat-niat ini diambil dari Kitab Niat Karya Habib Saad dalam bagian Niat menahan lapar karena Allah.

  1. Niat mengekang nafsu dan menundukkan dalam ketaatan.
  2. Niat melaksanakan perintah Allah dan memperoleh keridhoan Allah. Di dalam hadits Qudsi, Allah SWT berfirman yang artinya, “Orang-orang yang mendekat kepada-Ku, mereka akan medekat dengan menunaikan apa yang Aku wajibkan atas mereka.” Nabi SAW bersabda yang artinya, “ Allah SWT berfirman, Seorang hamba tidak akan selamat dari siksaan-Ku kecuali ia melaksanakan apa yang telah diwajibkan atas mereka.”
  3. Niat untuk menemani kondisi Rasulullah SAW beserta sahabatnya. Sehingga nanti akan dikumpulkan dengan mereka. Rasulullah dan sahabatnya sering menahan lapar.
  4. Niat untuk menyedikitkan urusan dunia. Urusan dunia ini maksudnya bukan berarti kita mengurangi aktifitas sehari-hari kita seperti bekerja atau belajar ya. Maksudnya dengan berpuasa, kita jadi tidak ada urusan dengan makan dan minum di siang hari. Jadi urusan duniawi kita yang biasanya pas jadwal istirahat itu nyari makan, mikirin mau makan sama apa. Pas lagi  puasa jadi libur dulu.
  5. Niat mendapat kelapangan dan kenyamanan di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda, “Manusia akan dibangkitkan di hari kiamat dalam keadaan dahaga, dan sesungguhnya yang paling banyak menahan lapar di dunia, ia menjadi orang yang banyak kenyangnya di akhirat.”
  6. Niat agar meminimalisir menuju ke WC. Rasulullah SAW menyampaikan kepada sahabatnya, bahwa hakikat malu itu ada tiga hal dan salah satunya adalah menjaga perut dengan banyak menahan lapar agar tidak seriing keluar masuk kamar mandi.
  7. Niat untuk terlepas dari murka Allah.
  8. Niat supaya mengerti dan ingat bagaimana sakit dan sengsaranya orang yang menahan lapar.

#inspirasiramadan #dirumahaja #flpsurabaya #BERSEMADI_HARIKE-1

Author

rahmasafira
rahmasaf@rahmasafira.com
Life is a fight. Tugas kita adalah berusaha. Tentang hasil, serahkan semuanya pada Yang Kuasa.

Comments

Avatar
May 4, 2020 at 10:38 am

Kita akan selalu ketemu dengan orang-orang hebat yang dengan hal yang sederhana tapi bisa bermanfaat untuk orang lain dan Bahkan mereka melakukan itu berkali-kali tanpa pamrih



Avatar
May 4, 2020 at 4:13 pm

barakallah, terimakasih sudah mengingatkan mengenai niat puasa ini. Karena kebanyakan hanya berniat nawaitu doang 😀 itupun ketika selesai tarawaih dek



Avatar
May 5, 2020 at 2:05 am

Wah, ternyata niat kita ngga hanya niat berpuasa ya saat Ramadan, tapi banyak niat lainnya, aku baru tahu, terima kasih ya



Avatar
May 5, 2020 at 1:53 pm

Eh jadi penasaran, ada apa dengan sering keluar masuk kamar mandi? Ada yang salahkah?



    rahmasafira
    May 6, 2020 at 4:59 pm

    keluar masuk kamar mandi bisa dibilang aktifitas yang bisa kita minimalisir. Memang ke kamar mandi adalah keperluan kita sebagai manusia, wajar saja ke kamar mandi karena gak mungkin kita sehari tidak ke kamar mandi. Tetapi alangkah lebih baiknya jika kita lebih banyak alokasi waktu untuk hal lain semisal belajar atau beribadah daripada sering ke kamar mandi. Lagipula kamar mandi itu tempat yang disukai syetan.



Avatar
May 7, 2020 at 5:09 am

Baca nomer 4 jadi ingat sesuau..Apa karena Aku niat g blanja2 y yg bikin skrg malas belanja.. Hehehe..



Bagaimana komentarmu? :)

%d bloggers like this: