Thoughts

Apa Kita Harus Bertaubat?

Rahma Safira – Apa ada manusia di muka bumi ini yang tanpa dosa sama sekali? Jawabannya ada, kalau dia masih bayi. Kalau dia udah dewasa gak mungkin yang tanpa dosa. Rasulullah SAW saja, seorang khairul bariyyah, seorang teladan dan sebaik-baik manusia juga pernah ada salahnya. Sampai Allah mengingatkan beliau dalam Surat ‘Abasa.

Lalu apa karena dosa-dosa itu lantas kita jadi putus asa dari rahmat Allah? Apakah kita tidak percaya kalau Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang? Padahal hampir setiap hari lafadz bismillah diucap. Baik di dalam sholat ataupun saat mengawali aktifitas.

Allah Menyukai Orang-Orang yang Bertaubat

Allah memiliki asma Ghoffar, Maha Pengampun. Bisa dibilang seperti ini, untuk apa ada asma Allah bernama Ghoffar jika bukan untuk memberi penjelasan sejelas-jelasnya dan penerangan seterang-terangnya kepada kita, hamba-Nya, bahwa Allah menantikan permohonan ampunan dari hamba-Nya. Menantikan di sini bukan maksudnya Allah butuh terhadap permohonan ampunan kita ya. Tapi maksudnya itu menunjukkan bahwa Allah itu Maha Halus, Maha Lembut dan Maha Teliti. Dia mengetahui apa yang ada di hati dan benak kita.

Fafirruu ilallah (QS Adz-Dzariyat:50)! Maka bersegeralah kamu kembali kepadanya. Tak peduli dosa sekecil apapun, bahkan yang hanya terbersit di pikiran, kita tetap harus segera bertaubat. Tentunya tingkatan bertaubat itu berbeda-beda. Ada yang bertaubat saat dia melakukan dosa-dosa besar yang nyata. Ada yang bertaubat atas dosa-dosa kecil. Ada yang bertaubat karena terbersit rasa ingin melakukan dosa di hati. Ada juga yang bertaubat karena merasa diri tidak bisa lebih baik dari hari kemarin, padahal belum tentu hari ini dia melakukan dosa.

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertobat,” (HR Tirmidzi). Nah tuh, kurang baik apalagi Gusti Allah ke kita ini. Karena udah pasti kita ini punya salah, punya dosa, sabda Nabi pun begitu.

Dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri” (QS. Al-Baqarah [2]: 222). Sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya Allah sangat bergembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas” (HR. Bukhari dan Muslim). Pada saat itu unta merupakan barang yang sangat berharga sehingga pengibaratan dibuat agar lebih mudah dipahami. Bayangkan Allah bergembira terhadap kita, apakah ada nikmat yang lebih dari ini? Bukankah kita hidup ini untuk mencari keridhoan Allah? Jika Allah bahagia atas kita, tidakkah itu berarti Allah pun ridho terhadap kita?  

Karena cinta Allah yang besar terhadap orang-orang yang bertaubat, Allah menyampaikan bahwa akan mengganti keburukan-keburukan yang pernah dilakukan seseorang tersebut dengan kebaikan. Allah menyatakan dalam firman-Nya “… kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh, maka keburukan mereka diganti oleh Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Furqon [25]: 70).

Larangan Berputus Asa dari Rahmat Allah

Allah telah melarang kita untuk berputus asa dan rahmat Allah itu sangat luas. Lalu bagaimana ceritanya kita berputus asa padahal Allah telah janjikan banyak kebaikan bagi orang yang bertaubat, menyadari dan menyesali kesalahannya. Dalam Al-Qur’an Allah telah menyampaikan beberapa kali dalam ayat-ayat-Nya larangan untuk berputus asa.

“Wahai anak-anakku, pergilah kalian dan carilah berita mengenai Yusuf dan saudaranya, dan janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidaklah ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir.” [QS. Yusuf: 87]

“Ibrahim berkata : ’Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat.’”[QS. Al Hijr: 56]

Dalam salah satu sabda Rasulullah disampaikan, “Bersemangatlah dalam apa yang bermanfaat bagimu. Mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah merasa lemah.” [HR. Muslim]. Seringkali yang kita lupa adalah ini, memohon pertolongan Allah. Iya karena tidak ada daya dan upaya melainkan karena pertolongan Allah, bukan begitu? Maka saat kita ingin bertaubat pun, kita harus meminta kepada Allah agar kita diberikan kekuatan untuk bertaubat dan taubat yang tidak akan kembali lagi pada kemaksiatan tersebut.

Langkah-Langkah untuk Bertaubat

Mungkin banyak yang bertanya-tanya bagaimanakah sebenarnya cara taubat itu? Atau apakah taubat yang aku lakukan ini sudah benar?

Dalam Kita Al-Adzkar An-Nawawiyah dijelaskan bahwa taubat itu berkaitan dengan Hak Allah dan disyaratkan 3 hal.

  1. Menyelesaikan berbuat maksiat saat itu juga.
  2. Merasa menyesal atas perbuatan maksiat tersebut.
  3. Bertekad tidak akan mengulang kembali maksiat yang pernah dilakukan.

Sementara jika maksiat yang dilakukan berkaitan dengan orang lain, maka perlu meminta maaf kepada orang yang dizhalimi.

Hendaknya orang yang akan bertaubat juga melaksanakan sholat 2 roka’at atau yang biasa disebut sholat taubat. Jangan dikira sholat taubat ini hanya untuk orang-orang yang melakukan dosa-dosa besar saja. Seperti di awal tadi disampaikan bahwa taubat dapat dilakukan untuk berbagai macam dosa, walaupun dosa itu hanya terbersit di hati/ pikiran.

Pas banget momennya lagi di bulan Ramadhan nih. Bulan dimana pintu-pintu ampunan dibuka lebar dan ganjaran dari amalan dilipatgandakan. Bukankah ini saat yang sangat amat tepat? Tentunya bagi orang yang ingin bertaubat sekarang. Tapi waktu yang paling tepat bagi orang yang melakukan dosa adalah sesegera mungkin bertaubat. Jangan ditunda-tunda. Siapa saja yang melakukan dosa? Tentunya aku dan kamu gak akan luput dari dosa. Dosanya apa aja? Nah ini, sering kali kita aja gak sadar mana perbuatan yang dosa dan mana yang nggak. Maka sekarang saatnya refleksi diri dosa-dosa apa aja yang udah kita lakukan dan saatnya untuk bertaubat.

Akhir kata, semoga Allah senantiasa jaga aku dan kamu wahai para pembaca yang budiman, agar kita selalu ada dalam kondisi sadar untuk bertaubat. Semoga Allah mampukan kita untuk bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat. Semoga Allah berkenan mencurahkan rahmat, ridho dan hidayahnya kepada kita. Amiin ya Allah ya robbal ‘alamiin.

#inspirasiramadan #dirumahaja #flpsurabaya #BERSEMADI_HARIKE-3

Author

rahmasafira
rahmasaf@rahmasafira.com
Hidup adalah anugerah. Kita hanya perlu terus berusaha, berproses dan yakin. Hasil sudah ranahnya Yang Maha Kuasa. Tapi kita sangat boleh berdoa. Jangan lupa kawal doa-doa itu dengan sholawat.

Comments

Avatar
Seseorang yang berjalan ke arahmu
May 4, 2020 at 12:33 am

Duh, salim banyak2…



Bagaimana komentarmu? :)

%d bloggers like this: