Mengapa harus Al Qur'an dan Hadits?
Thoughts

Mengapa Hadits dan Al-Qur’an?

Rahma Safira – Kalau ada yang nanya, “Ma, Kenapa sih kayaknya hampir semua tulisan lu banyak banget hadits dan ayat Al-Qur’an nya? Apa gak takut yang baca tuh jadi bosen gitu? Dijejelin hadits lagi, Al – Qur’an lagi. Lagipula lebih banyak anak muda yang bacaannya tuh lebih kekinian gitu. Maksudnya bacaan yang muncul di masa-masa sekarang dan tokoh-tokohnya nggak terlampau jauh.” Hmmmmmmm.

Pernah gak sih ngerasa kalau baca hadits atau arti dari ayat-ayat Quran itu kayak jadul banget gitu? Apaan si hadits lagi hadits lagi. Ribet lagi mana ada dalam kurungnya gini >>(HR. Bukhari dan Muslim)<< apaan siii?!

Mendingan ngutip istilah dari tokoh-tokoh luar macem Warren Buffet, Jack Ma, Bill Gates, Madam Theressa. Atau yang deket-deket aja deh macem Rhenald Kasali, Hermawan Kartajaya, Jamil Azzaini, Handry Santriago, Maudy Ayunda, Najwa Shihab. Atau yang datang dari masa lampau ada Tan Malaka, Seno Gumira Ajidarma, Soe Hok Gie. Kayaknya lebih keren dan lebih nyata karena mereka ada dalam jangkauan kita gitu.

Sementara hadits itu kan sudah terlampau jauh. Apalagi Al-Qur’an, bahasa-bahasanya tidak selalu mudah dimengerti dan sesuai dengan keadaan yang kita kira.

Keotentikannya Terjaga

Mungkin jika kamu masih merasa hadits ataupun Al Qur’an itu jadul dan merasa lebih keren atau affordable quotes-quotes dari tokoh-tokoh yang aku sebutkan di atas, itu karena kamu belum mengenal dengan baik Al Quran dan hadits. Coba kapan terakhir baca Al-Qur’an dan Hadits?

Mungkin kalian sudah jauh lebih mengenal tokoh-tokoh yang aku sebutkan di atas hingga akhirnya menilai bahwa Al Quran dan Hadits tidak lebih baik dibanding quotes mereka. Mungkin kamu lebih banyak menghabiskan waktu mengenal dan membaca karya atau kisah-kisah tokoh di atas dibandingkan menggali lebih dalam tentang hadits dan Al-Quran.

Hey. Ingat lagi yuk. Al Qur’an adalah Mukjizat Rasulullah SAW. Bayangkan mukjizatnya Rasulullah ada hingga saat ini. Rasanya seperti beliau juga ada di dekat kita lewat Al-Qur’an itu. Allah juga telah menjamin bahwa Al Quran terjaga keasliannya sejak dari zaman Rasulullah SAW hingga saat ini. Bisa kita lihat dengan banyaknya para penghafal Al-Qur’an yang bertebaran di muka bumi (mengenai adanya akhlak beberapa penghafal Al-Qur’an yang kuran baik, itu beda cerita ya. Kita bahas nanti).

Bicara hadits, ia merupakan ucapan atau perbuatan yang Rasulullah SAW lakukan selama hidupnya. Hadits ini dibagi 4 tingkatan yaitu hadits shohih, hadits hasan (baik), hadits dhoif (lemah) dan hadits maudhu (palsu). Itu semua tergantung dari periwayatannya.

Hadits ini lebih detil dan dan bahasanya lebih mudah diterima walaupun oleh pembaca awam. Tidak memerlukan dan tidak begitu dikhawatirkan terjemahannya dibandingkan dengan Al-Qur’an. Walaupun memang ada baiknya belajar Hadits juga dengan seorang guru.

Tenggelam Lebih Dalam dengan Hadits

Tak kenal maka tak sayang itu bener loh. Gimana kamu bisa sayang sama seseorang kalau kamu gak kenal dia? Begitupun juga terhadap hadits, gimana kamu bisa seneng sama dia kalau kamu gak kenal apa, untuk apa dan bagaimana hadits itu. Jadi mari kita kenalan singkat.

Terdapat enam kitab hadis yang banyak digunakan para ulama dan umat Islam di seantero dunia, biasanya disebut Kutubus Sittah. Kitab-kitab itu adalah adalah Sahih al-Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan At-Tirmizi, Sunan An-Nasai,  serta Sunan Ibnu Majah.

Keenam Imam Hadits tersebut dalam masanya dahulu mengumpulkan hadits itu berusaha untuk menemui langsung perawinya. Agar penerimaan hadits tersebut jelas dan yakin. Berusaha menjaga kejelasan periwayatan hadits itu sangat penting karena untuk bisa dijadikan hujjah itu ya harus jelas. Bisa dibandingkan dengan fenomena sekarang yang banyak informasi bertebaran dimana-mana tapi tidak jelas sumbernya dari mana, nggak jelas sumber datanya kayak apa. Akhirnya yang muncul adalah hoax, kegemparan dan keributan yang kadang gak ada artinya dan tidak cukup mendasar untuk dijadikan sebuah pemberitaan.

Memang beberapa hadits juga ada yang kata-katanya tidak bisa langsung dipahami seketika. Perlu bantuan penafsiran dari seorang guru, seperti halnya Al-Quran. Tapi untuk lebih jelasnya agar tidak kaget untuk awalan bisa membaca Arba’in Nawawi lebih dulu. Itu isinya 40 hadits. Nggak terlalu tebel. Bisa juga kamu dapatkan di internet.  Tapi akan lebih baik kalau kamu punya kitabnya. Gak usah kaget gitu denger kata kitab. Kitab itu kan artinya buku. Sebagaimana yang kita tahu buku itu ada yang tipis dan tebal. Nah ini kitab Arbain Nawawi itu tergolong tipis gaes. Jadi gak usah kaget gitu mukanya 😀

Jual Kitab Syamail Muhammadiyah - Kota Depok - Buku Islam ...
Kitab Syamail Muhammadiyah Versi Bahasa Arab
Sumber: www.tokopedia.com

Oya saranku, sepertinya akan lebih indah juga kalau kamu baca Syamail Muhammadiyah karya Imam At-Tirmidzi. Wah denger nama kitabnya aja udah indah tuh kan. Apalagi baca dalamnya. Itu merupakan kitab yang isinya menjelaskan tentang sosok Rasulullah SAW juga perilakunya yang menggambarkan bagaimanakah sosok Rasulullah SAW secara detail. Menurutku dengan baca itu dapat menyembuhkan kerinduan kita kepada Rasulullah SAW. Eh, atau bukan ya. Tapi malah membuat kita menjadi semakin menderita dengan kerinduan kepada Rasulullah SAW. Karena semakin jelas gambaran tentang beliau. Penderitaan karena rindu, tapi ya nikmat begitu. Ah, pernahkah kau rasakan? Kalau belum pernah, coba deh baca Syamail Muhammadiyah.

Jual Produk Kitab Syamail Muhammadiyah Murah dan Terlengkap Mei ...
Kitab Syamail Muhammadiyah Terjemah
Sumber: www.bukalapak.com

Ilmu dan Sebaik-Baiknya Quotes

Sebenarnya kalau kita bilang itu Bill gates, madam Theressa, Jack Ma, Warren Buffet, Rhenald Kasali, Hermawan Kartajaya dan lain-lain. Mereka memang memberi tahu kita kisah-kisah tentang pelajaran hidup dan quotes- quotes yang mengena.

Kalau aku kadang gini, baca kata-kata mereka aja aku udah terkagum-kagum gitu dan merasa tercerahkan. Terus aku mikir siapa sih mereka? Apa mereka juga sosok yang patuh terhadap Tuhannya? Banyak dari tokoh itu yang bukan beragama Islam. Ya bukannya gak boleh sih, tapi bukankah akan lebih komprehensif jika tokoh yang kita jadikan acuan adalah yang menguasai terkait keduniaan maupun juga aspek agamanya? Ada yang Islam tapi apakah iya sehebat itu begitu? Padahal kita bisa memiliki sosok panutan dan kisah teladan dari orang-orang yang lebih menyeluruh ilmunya. Baik ilmu dunia mapun ilmu akhiratnya dan itu bisa kita jangkau. Seperti dengan membaca kisah-kisah para nabi dan sahabat.

Membaca bagaimana seorang Abdurrahman bin Auf berdagang dan berniaga hingga memiliki keuntungan besar. Kemudian tanpa ragu ia sedekahkan hartanya. Bagaimana kisah Siti Khadijah RA, seorang bangsawan Mekkah, bemartabat, bersedia menyerahkan cinta, harta dan jiwanya kepada sosok Muhammad SAW yang pada saat itu masih muda bahkan bisa dibilang dia adalah stafnya Khadijah, yang bekerja kepada Khadijah.

Itu di atas sedikit contohnya ya. Sekarang sudah banyak buku-buku tentang sahabat nabi yang dikemas dengan menarik baik itu sahabat laki-laki maupun perempuan.

Jadi ya begitu, yuk kita coba kenalan sama hadits lagi. Agar bisa dapet quotes/ kata mutiara yang bener-bener bisa menjadi mutiara kehidupan kita untuk di dunia juga diakhirat 🙂 #eaaaa gaya lu, Ma.

Gimana, minimal sehari satu deh yuk? Apalagi bulan Ramadhan ini kan masyaallah. Semua amalan dilipatgandakan. Siapa sih yang nggak mau diliputi kebaikan? Masa iya mau tetap dalam keburukan kalau kita bisa mendapatkan yang baik?

#inspirasiramadan #dirumahaja #flpsurabaya #BERSEMADI_HARIKE-8

Author

rahmasafira
rahmasaf@rahmasafira.com
Hidup adalah anugerah. Kita hanya perlu terus berusaha, berproses dan yakin. Hasil sudah ranahnya Yang Maha Kuasa. Tapi kita sangat boleh berdoa. Jangan lupa kawal doa-doa itu dengan sholawat.

Bagaimana komentarmu? :)

%d bloggers like this: