macam macam sholawat
Kajian Islam dan Qashidah

Macam – Macam Sholawat

Rahma safira – Ya Rasulullah … Khudz bi yadii qollat hiilatii adriknii. Ya Rasulullah peganglah tanganku, sedikit sekali upayaku maka temukanlah aku.

Sesungguhnya karena rahmat-Nya lah segala sesuatu bisa kita lakukan. Karena rahmatNya pula seseorang masuk ke dalam Syurga Nya. Apalah yang kita cari selain dari Ridho dan RahmatNya? Alhamdulillahnya Dia memiliki kekasih. Kekasihnya teramat jelas pula kasih sayangnya. Bila kekasih yang meminta, biasanya akan lebih mudah diberi. Beruntungnya kita adalah umat dari sang kekasih. Sang kekasihlah yang akan memberikan syafa’at pula kepada umatnya di hari penuh huru-hara nanti. Oleh karena itu sebuah kewajaran jika kita banyak-banyak bersholawat pada Rasulullah, Sang Kekasih.

Ada banyak sholawat. Kok bisa banyak gitu ya? Iya karena banyak juga yang cinta Rasulullah SAW menghadapi berbagai keadaan yang berbeda. Mereka mendapatkan petunjuk untuk menulis suatu sholawat yang berbeda.

Beberapa di bawah ini adalah sholawatnya. Berhubung ada banyak, jadi kita bagi beberapa bagian ya.

1. Sholawat Ibrahimiyyah.

Sholawat ini merupakan yang kita baca hampir pasti setidaknya 5 kali sehari. Karena sholawat ini adalah bacaan yang kita baca saat tahiyyat akhir dalam sholat.

Sholawat ini ma’tsur dari Rasulullah Saw., karena banyak Muhaddits dan perawi meriwayatkan hadits yang secara redaksional terdapat shalawat ini. Beberapa ahlul hadits yang meriwayatkan adalah Imam al-Bukhari dan Muslim dalam Shahih mereka, at – Tirmidzi, an Nasa’i, Abu Daud, dalam sunan mereka juga meriwayatkan hadits ini. Imam malik dalam Al Muwatho’ juga meriwatkannya. Imam al-Hafidz al ‘Iraqy dan al Sakhawy menyebut hadits itu adalah Muttafaq Alaih.

2. Sholawat Fatih

Sholawat fatih ini berbunyi, “Allahumma sholli ala sayyidina muhammadinil fatihi lima ughliqo wal khotimi lima sabaq, naashiril haqqi bil haqqi wal haadi ilaa shirotokal mustaqiim, wa ‘ala alihi shohbihi ajma’in”.

Syekh Ahmad at Tijany berkata: ”Keistimewaan sholawat al-Fatih sangat sulit di terima oleh akal, karena ia merupakan rahasia Allah SWT yang tersembunyi. Seandainya ada 100.000 bangsa, yang setiap bangsa itu terdiri dari 100.000 kaum, dan setiap kaum terdiri dari 100.000 orang, dan setiap orang diberi umur panjang oleh Allah SWT sampai 100.000 tahun, dan setiap orang bersholawat kepada nabi setiap hari 100.000x, semua pahala itu belum dapat menandingi pahala membaca sholawat al-Fatih 1x.”

3. Sholawat Munjiyat

Sholawat ini disebut juga sholawat penyelamat. Bunyi sholawatnya seperti ini, “Allahumma sholli ala sayyidina muhammadin sholatan tunajjiha biha min jami’il ahwali wal afat, wa taqdhi lana biha jami’al hajaat, wa tuthohhiruna biha min jami’is sayyiat, wa tarfa’una biha ‘indaka a’la darojat, wa tuballighuna biha aqshol ghoyaat, min jami’il khoiri fil hayaati wa ba’dal mamaat birohmatika ya arhamar rohimin.

Diriwayatkan juga dari Ibn al Fakihani, dari Syaikh al Shalih Musa al Darir, berkata bahwa suatu saat beliau pernah berlayar di sebuah laut. Tiba-tiba angin (angin taufan) telah melanda kapal yang beliau tumpangi.

Sedikit manusia yang dapat selamat dari amukan angin tersebut. Banyak orang menjerit-jerit ketakutan. Kemudian tiba-tiba beliau merasa mengantuk dan kemudian tertidur. Dalam tidur, beliau bermimpi bertemu Rasulullah SAW yang mengatakan pada Syaikh al Shalih untuk membaca shalawat munjiyat tersebut. Kemudian beliau dan para penumpang kapal bersama-sama mengucapkannya kira-kira sebanyak 300 kali. Mereka pun selamat dari musibah itu.

Hasan bin ‘Ali al-Aswânî berkata, “Barangsiapa yang membaca shalawat ini dalam setiap perkara penting atau bencana sebanyak seribu kali, niscaya Allah akan melepaskan bencana itu.”

4. Sholawat Thibbil Quluub

Sholawat ini sering dijadikan qasidah juga. Versi dengan nadanya bisa dicari sendiri ya. Bunyi sholawat ini seperti berikut, “Allahumma sholli ala sayyidina muhammadin thibbil quluubi wa dawaiha, wa ‘afiyatin abdani wa syifaiha wa nuuril abshori wa dhiyaiha wa ‘ala alihi washohbihi wasallim.

Sholawat ini dikenal juga sebagai sholawat penyembuh baik sakit fisik/ lahir maupun batin. Jadi yang sedang sakit bisa untuk lebih sering membaca sholawat ini.

5. Sholawat Nariyah/ Tafjiriyah

Versi sholawat ini juga ada yang dengan nada. Bunyi sholawat nariyah, “Allahumma sholli sholaatan kaamilatan, wa sallim salaaman taaman, ala sayyidina muhammadinil ladzii tanhalu bihil ‘uqodu, wa tan fariju bihil kurobu, wa tuqdho bihil hawaiju wa tunalu bihi roghoib, wa husnul khowatimi wa yustasqol ghomamu biwajhihil kariim, wa ‘ala alihi wa shohbihi fii kulli lamhatin wa nafasin bi’adadin kulli ma’lumin laka“.

Barangsiapa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (dengan izin Allah).

Pernah denger gak, ada sholawat nariyah bareng 4444 kali untuk bisa mencapai suatu hajat? Nah itu contoh aplikatifnya.

Masih banyak sholawat lainnya. Selanjutnya besok ya 🙂 Sekarang banyakin sholawat yang di atas dulu aja sesuai kondisi kita saat ini.

#inspirasiramadan #dirumahaja #flpsurabaya #BERSEMADI_HARIKE-19

Author

rahmasafira
rahmasaf@rahmasafira.com
Hidup adalah anugerah. Kita hanya perlu terus berusaha, berproses dan yakin. Hasil sudah ranahnya Yang Maha Kuasa. Tapi kita sangat boleh berdoa. Jangan lupa kawal doa-doa itu dengan sholawat.

Comments

Bagaimana komentarmu? :)

%d bloggers like this: