Books and Movies

Bicara Film Rentang Kisah: Masalah yang Sering Dihadapi Remaja – Dewasa Awal

Rahma Safira – Sebelumnya aku udah baca versi Novel dari Rentang Kisah ini. Dalam novelnya, Gita Savitri Devi, sang penulis novel itu bercerita tentang kisah hidup dia sendiri sejak zaman SMA hingga masa dia kuliah di Jerman. Dia cerita tentang gimana sulitnya dia berjuang dengan pelajaran-pelajaran sejak di SMA dan juga les-les yang banyak dia ikuti. Tapi herannya kedua orang tua Gita malah ngirim dia ke Jerman buat belajar. yang bahkan penguasaan Bahasa Jermannya sendiri Gita belum jago banget walaupun dia udah kursus di Indonesia. Bahkan sampai di Jerman, dia  cenderung gak mengerti sama sekali.

Mulailah saat itu dia merasa tertekan lebih dalam. Bukan hanya karena pelajaran-pelajarannya yang sulit tapi juga karena gaya hidup di Jerman, biaya hidup di sana, juga dari kehidupan cintanya Gita saat itu. Akibat dari semua hal tersebut adalah rasa inferiornya Gita yang semakin menjadi.

Udah lama juga aku baca bukunya, yang jelas secara keseluruhan intinya Rentang Kisah ini membahas itu tadi, kisah hidup gita dari SMA hingga Kuliah. Lebih fokus ke kuliahnya dia sih, semua kendala yang dia temuin juga pada akhirnya apa yang dia putuskan hingga akhirnya dia bisa melewati itu semua.

Okay. Karena kita mau bahas filmya jadi bahas bukunya singkat aja. Hanya pengantar,

Para Pemain

Mama Gita

Paling aku suka di film ini adalah karakter Mamanya gita yang emang digambarkan keibuan banget gitu ya. Bawel, cerewet, semuanya dikomentarin. Tapi lebih dari itu sosok Mamanya Gita adalah orang yang kuat, pada akhirnya hal itu mempengaruhi kepribadian Gita juga jadinya. Mamanya Gita suka banget mengomentari hal-hal yang ada di sekeliling dia tanpa peduli apakah omongannya itu sampai ke yang dituju atau nggak. Suka banget komentarin kondisi ekonomi, politik atau isu apapun yang lagi in di sekitar dia.

Adik Gita

Keberadaan adiknya Gita di film ini tuh ngasih sense of humor yang bener-bener bikin kocak, bikin alur ceritanya jadi hidup dan Indonesia banget haha. Omongannya yang ceplas-ceplos itu yang bikin lucu. Lebih lucu lagi karena Mamanya dan Gita sendiri gak sampe ketawa karena itu. Jadinya aku ketawa sendirian deh pas nonton -_-

Paul

Saat sudah terpuruk dan dihantam masalah yang bertubi-tubi, Gita ingat lagi orangtuanya. Mama dan Papanya yang udah percaya sama Gita dan juga akhirnya dia nemuin teman yang bisa diajak seru-seruan bareng di Jerman. Saat itulah Gita ketemu Paul.

Gita rasa Gita yang lebih banyak masalah dibandingkan Paul. Padahal ternyata Paul juga punya masalah yang cukup berat. Bahkan lebih berat lagi karena dia ga ada tempat mengadu yang pasti. Saat itu Paul masih belum percaya Tuhan mana yang sebenarnya layak untuk dia panjatkan doa. Dia sendiri beragama Kristen tapi dia meragukan itu sejak lama bahkan.

Tentang Filmnya

Sebenarnya karena aku tau tentang Paul dan Gita, aku menangkap ini gak semata kisah keluarga aja tapi kisahnya Paul dan Gita juga. Hehe

Backsound lagu-lagu yang dipakai match dengan momennya. Sepertinya gak terlalu sulit juga untuk menemukan lagu yang pas sebagai latar karena Paul dan Gitanya sendiri adalah penyanyi dan pencipta lagu. Paling suka pas latar musik salah satu lagunya Paul & Gita dimunculin. Dapet banget rasanya kalau ini kisahnya Paul dan Gita. Walaupun aku tau ini bisa dibilang film keluarga juga karena sarat akan nilai-nilai yang melekat dari orangtua Gita.

Film ini berhubungan sekali sama kehidupan para Pelajar atau Mahasiswa yang jauh dari orang tuanya. Cocok untuk dijadikan satu moodbooster dan satu sumber motivasi lain buat tetap struggle dengan pendidikan yang sedang ditempuh.

Film ini juga ingin menunjukkan peran orang tua  yang sangat penting di sini dalam menanamkan nilai-nilai pada sang anak. Orang tua memiliki perhatian yang gak akan habis dicurahkan ke anaknya.

Oh, ya. Di sini juga Gita menyampaikan ulama-ulama yang sering dia jadikan referensi yaitu Quraish Shihab dan Gus Mus. Itu favorit Mamanya juga. Pantes aja produknya bagus, idolanya juga bagus. Yuk, ah tonton filmnya!

Jadi?

Secara keseluruhan aku suka film ini. Cukup bisa meliputi kisah-kisah di novelnya, mengingat banyak juga film adaptasi novel yang kehilangan poin penting dari novelnya itu sendiri. Penyajiannya dalam bentuk film jadi lebih seru dengan tambahan humor yang cukup segar. Mengaduk-aduk emosi penontonnya dari yang sedih terharu terus bisa ketawa juga.

Ya walaupun di sini ada hal-hal yang menurut aku sendiri cukup apa ya, ini kalau menurut aku sendiri ya, itu hal yang gak perlu. Tapi aku mencoba mengerti dari perspektif orang yang memang sedang gandrung pada pasangannya atau memang belum menemukan tujuan sebenarnya dan yang penting bagi dia itu sebenarnya apa. Aku menyadari itu dan memang banyak yang begitu juga di luar sana.  

Memang untuk keluar dari keterpurukan seperti itu  bukan hal yang mudah. Tapi sekali kamu sudah mengazzamkan (bertekad) diri dan tau goals (tujuan) kamu sebenarnya tuh apa. Insyaallah kamu pasti bisa melalui dan meninggalkan itu semua di belakang. Memang Cinta itu kekuatan besar yang mendorong setiap orang untuk berbuat sesuatu. Apapun itu. Terpuruk karena cinta tapi bangkit lagi juga karena cinta 🙂

Intinya adalah apa yang kita anggap penting dan berarti dalam hidup kita.

Semoga tulisanku di atas gak spoiler ya. Aku eksplor dari tokoh-tokohnya aja, itu juga gak semua. Ada tokoh lain seperti Ayahnya Gita, staffnya Mama Gita di Catering juga temen-temen Paul yang gak kalah kocak sama adiknya Gita wkwk. Mereka bener-bener mewarnai kehidupan Gita di Jerman. Penasaran kan? Mending kamu tonton sendiri deh dan pilih momen mana yang paling kamu suka.

Author

rahmasafira
rahmasaf@rahmasafira.com
Hidup adalah anugerah. Kita hanya perlu terus berusaha, berproses dan yakin. Hasil sudah ranahnya Yang Maha Kuasa. Tapi kita sangat boleh berdoa. Jangan lupa kawal doa-doa itu dengan sholawat.

Bagaimana komentarmu? :)

%d bloggers like this: