Ah, Masa Iya? Serius?

Sekelumit Percakapan Tentang Habib (2)

Rahma Safira – Tiba – tiba di sore hari yang damai, gawaiku berdering. Aku tengok, ternyata teman sekolahku dulu. Ada apa nih, tumben. Aku buka Whatsapp ku dan terlihatlah pesan, “Ma, aku mau tau pendapat.”

Loh loh, pendapat apa ini. Aku tanyalah maksudnya pendapat apaan. Kenapa juga nanya ke aku yak. Akhirnya terlibatlah kami dalam sebuah percakapan. Anggap saja aku A dan dia Z ya.

Z : “Soal overpower-nya habib dengan apa yang dia lakukan sekarang dan kehabibannya dia gitu.”

Hmm… bahasanya agak gimana gitu ya. Oh, ternyata dia mau tanya itu toh. Kenapa ke aku ya?….. Oh! mungkin karena lihat aku update story tentang Rasulullah SAW kali ya. Aku memang dalam 15 hari tersisa dari bulan Rabiul Awwal kemarin ingin memunculkan lagi hal-hal tentang Rasulullah SAW. Biar lebih ngena gitu, mumpung momennya kan di bulan kelahiran Nabi. Walaupun mengingat dan mempelajari kisah keteladanan Rasulullah SAW gak harus nunggu bulan Maulid, malah harus sesegera mungkin. Oya kalau penasaran aku update apa, bisa cek di sini ya s.id/mengenalRasulullahSAW.

A : “Hoooo terkait berita baru-baru ini yaa.”

Z : “yaa begitulaah, Ma. Jadi gimana untuk menanggapi hal semacam ini, Ma?”

Jadi yang dia maksud yang memang sedang hangat di berita, seputar HRS. Hmm berat nih. Kudu ati-ati biar pesannya nyampe. Berpikir. Loading.

Bismillah walhamdulillah…

A : “ Kalau terkait itu sebenarnya banyak ya beritanya akhir-akhir ini terkait beliau. Mulai dari kedatangan, peringatan maulid, hingga pernikahan. Ada yang kulewat kah? Soalnya aku ga terlalu intens ngikutin beritanya, yang aku tau paling ramai ya saat kedatangannya itu aja. Aku juga bukan termasuk FPI ya, jadi aku melihat dari sudut pandang luar.

Ada beberapa poin yang perlu dipahami dulu bagi setiap orang sebelum bahas hal ini, yaitu:

1. Rasulullah SAW memiliki ahlul bait (anak turunannya) yang masih hidup hingga hari ini.

Umat muslim harus menghormati dzurriyah Rasulullah SAW. Kita harus melihat ke datuknya yakni, Rasulullah SAW. Jangan sampai kita menyakiti Rasulullah SAW dengan menghina/ mengolok-olok dzurriyahnya.

2. Dzurriyah Rasulullah SAW itu manusia biasa.

Banyak sekali anak turunan Rasulullah SAW melalui Sayyidina Ali ra dan Fatimah Az Zahra ra tersebar di muka bumi. Tidak selamanya semua habib harus kita serta merta ikuti, tetapi kita tetap harus hormat. Kenapa tidak harus selalu diikuti? Karena ya itu tadi, mereka adalah manusia juga, ada benar dan ada salahnya. Saat perilakunya sedang salah atau tidak sesuai syariat maka ya kita tidak harus mengikuti. Hanya saja untuk merespon tindakannya tersebut kita tidak perlu mengolok-olok atau sampai berkata kasar. Karena kita memiliki kewajiban untuk menghormati dzurriyah Rasulullah SAW.  

Mengenai overpower, ini aku tanggapi dari istilah yang kamu sebut ya, Z. Sebenarnya tidak hanya Habib. Orang kaya bisa jadi overpower, anak pejabat bisa jadi overpower, artis bisa jadi overpower ataupun Influencer juga bisa jadi, atau juga pemilik partai. Mereka semua memiliki yang namanya pengaruh. Pengaruh seseorang gak hanya dimiliki sama Habib. Yang sudah disebut di atas tadi contoh-contoh orang yang punya pengaruh.

Sebaiknya tidak menyebut kehabibannya itu dengan perilaku dia ya. Terlihat overpower itu kan karena dia memang ada pengaruh. Nah, kebetulan nih pengaruhnya ini dalam bentuk “habib” yang dimana beliau punya pengikut setia. Pengaruh ini gak hanya habib yang punya.  

Selama mereka tinggal di negara hukum, seharusnya mengikuti aturan hukum dan hukum punya kuasa untuk itu. Kalau ada kendala saat penertiban  yang membuat aparat penegak hukum kesulitan, itu sebenarnya bukan hanya karena “habib”nya, tapi seberapa besar pengaruh yang seseorang itu miliki (yang dimaksud seseorang balik lagi ke macam-macam yang udah disebutin di atas ya).

Mengacu ke pengaruh yang seseorang itu miliki, bisa jadi orang-orang selain habib pun, memberikan dampak kesulitan yang sama atau bahkan lebih bagi aparat untuk tegakkan hukum. Contohnya: Papah Setya Novanto (ketua DPR 2 kali) dan yang lain-lain silahkan ingat-ingat kembali.

Mengenai overpower, itu ada 2 hal sih. Pertama, pengaruh orang yang seharusnya dikenai hukum dan yang kedua sejauh mana kemampuan aparat untuk tegakkan hukum terhadap  orang berpengaruh tersebut.

Intinya adalah…

Poin yang mau aku sampaikan di sini yaitu jangan sampai kita mudah menghinakan seseorang. Apalagi dia dzurriyahnya Rasul SAW. Nasab (garis keturunan) mereka mulia. Kemuliaan nasab itu banyak yang cari tapi gak bisa semua orang dapat. Allah telah memilih mereka untuk jadi dzurriyah Rasul SAW.

Jangan sampai kita jadi orang yang merugi karena telah membuat hati kekasih Allah terluka 😭 padahal Rasul SAW selalu mengharapkan keselamatan untuk kita. Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 🤲🏽

Mungkin banyak orang merasa tersakiti hatinya karena ekspektasi mereka yang lebih terhadap seorang habib. Mereka dipenuhi simbol-simbol islami secara dzohir maka mereka juga berharap dia bisa sempurna dalam akhlak. Padahal itu tadi, mereka juga manusia biasa. Bisa saja bersalah. Saat salah, tentu ikuti adat istiadat dimana dia berada. Jika di Indonesia maka ikuti aturannya.

Kalau mau meluaskan pandangan, sebenarnya lebih banyak lagi Habib (dzurriyah Rasul SAW) yang lakunya mirip dengan laku Rasul SAW.  Jika tidak sreg dengan yang satu misalnya, kita masih bisa pilih yang lain. Tanpa perlu berkata-kata tidak pantas ya.

Contoh di luar Indonesia ada Habib Ali Al Jufri, Habib Umar bin Hafizh Yaman, Habib Ali Zainal Abidin Malaysia. Kalau di Indonesia ada Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan, Habib Syekh bin Abdul Qadir Solo, Habib Ahmad bin  Novel bin Jindan, Habib Jindan bin Novel bin Jindan, Habib Quraish Shihab (beliau jarang memakai gelar habib), Habib Husein Ja’far Haddar (suka dakwah media sosial dan ke pemuda nih, pemilik acara Kultum Pemuda Tersesat di akun Youtube Jeda Nulis). Semoga mereka semua sehat selalu, dirahmati Allah dan dikuatkan dalam dakwah.

Istimewanya Ahlul Bait dalam Al-Quran

Z : Okay, berarti kita sepemahaman ya semuanya ya balik lagi hanya personal biasa yang memang kebetulan terlahir atas garis keturunan Rasulullah SAW. Untuk overpowernya gubernur, orang kaya, dan orang orang yg punya keturunan raja atau habib aku sepakat mereka punya dalam artian massa yg bisa digerakan hanya saja cara mereka mendapatkan massa itu yg berbeda.

Lalu batasan yang terpenting tetap ya segalanya mesti ada barrier di samping keagamaan kita yg meskipun kita satu padukan dalam kehidupan sehari hari tapi ada hukum manusia yg dirancang untuk kemaslahatan umat. Just in case aku menyetujui orang orang yang bilang HRS ini nyusahin dengan sengaja mengumpulkan massa dalam kondisi seperti ini, tapi mereka berdalih ini merupakan rasa cinta kita kepada rasul atau menghormati seorang habib atau lainnya. Balik lagi ke kesimpulan pertama, habib ya tetaplah personal biasa yang diberikan garis keturunan nabi. That’s it, perkara menghormati sepatutnya kita sesama manusia juga saling menghormati. Ya gak sih? Lalu lalu, karena menyinggung soal hukum nih. Adakah hukum dalam islam selain yang kamu sebut tadi jangan sampai membuat mengolok-olok dzurriyahnya rasul, yang memberikan keistimewaan bagi seorang habib?

A : Iya karena kita ada hablumminallāh dan hablumminannās. Jadi sepatutnya selama tidak dilarang agama ya kita jalani aturan-aturan yang udah dibuat manusia (contoh: aturan hukum negara) untuk menjaga stabilitas kehidupan sosial. Kalau dalih ini cinta rasul, sebenarnya bisa dikondisikan ya bagaimana agar tetap bisa melakukan aktifitas dengan habib yang mereka jadikan panutan tanpa harus melanggar aturan pemerintah.

Sekarang aktifitas memang lebih longgar. Banyak acara-acara yang diselenggarakan siapapun dan bisa dibilang dalam jumlah yang banyak. Ada juga habib lain yang tetap melaksanakan aktifitas untuk tunjukan kecintaan pada rasulnya, tapi masih memperhatikan protokol kesehatan.

Biasanya setauku yang punya acara dan punya pengaruh itu bisa lebih menghimbau dan menekankan pada para pengikutnya yang setia untuk tetap patuh aturan dalam melaksanakan kegiatan. Kalau ditekankan, aku yakin yang di bawah-bawahnya juga bakal nurut, mereka benar-benar menghormati pemimpinnya itu kan?

Istimewanya dzurriyah Rasulullah memang tertulis dalam Al Quran. Dalam islam kita diharuskan untuk menghormati dan mencintai ahlul bait Nabi SAW. Bisa dilihat Q.S Asy Syura ayat 23, “Katakanlah wahai Muhammad, tiada aku minta suatu balasan melainkan kecintaan kalian kepada kerabatku”.

Z : Nah, Rahma. Ini berpengaruh gak dengan ibaratnya sekarang kan umat yang setia dengan salah satu habib ini tergolong keras dan sulit dijadikan teman diskusi karena sepengalaman mereka lebih condong mendahului apa yang mereka tahu ketimbang memahami saran dari orang. Apakah ini juga berpengaruh dari bawaan gaya ceramah yang dilakukan oleh para “panutan” nya?

A : wallahu a’lam ya kalau itu. Bisa jadi kamu berpandangan seperti itu, tapi orang lain tidak menganggap begitu.

Insyaallah setauku kalau memang ada pengikut dari suatu pengajian, atau mengklaim dirinya dari suatu kelompok kemudian melakukan hal yang tidak sepatutnya, biasanya pemimpin/ tokoh dari kelompok itu akan klarifikasi. Akan jelaskan kembali sebenarnya kelompok mereka itu seperti apa agar tidak timbul kesalahpahaman.

Karena bisa jadi yang melakukan/ mengklaim dirinya dari suatu kelompok itu hanyalah oknum.

Jadi penting sekali untuk tabayyun (mengkonfirmasi kebenaran berita) ke pengelola/ pemimpin kelompok itu yang asli sebelum kita menerima mentah-mentah informasi itu.

*ditulis atas persetujuan kedua pihak dengan sedikit perbaikan kata. Ihdina ash-shiraat al-mustaqiim.

Author

rahmasafira
rahmasaf@rahmasafira.com
Hidup adalah anugerah. Kita hanya perlu terus berusaha, berproses dan yakin. Hasil sudah ranahnya Yang Maha Kuasa. Tapi kita sangat boleh berdoa. Jangan lupa kawal doa-doa itu dengan sholawat.

Bagaimana komentarmu? :)

%d bloggers like this: