Ya Ayyuhal Walad Imam Ghazali
Books and Movies

Tentang Kitab Ya Ayyuhal Walad Imam Ghazali

Rahma Safira – Sudah kenal salah satu karya dari Hujjatul Islam ini? Tentunya kitab aslinya berbahasa arab. Terjemah Kitab Ya Ayyuhal Walad dalam bahasa Indonesia juga sudah banyak. Kali ini aku akan membahas terjemah kitab terbitan dari Mutiara Ilmu Surabaya.

Judul : Terjemah Syarah Ayyuhal Walad

Karya : Hujjatul Islam Al Imam Al Ghazali

Penerjemah : Zaid Husein Al Hamid

Cetakan : Pertama, Jumadil Akhir 1438 H/ Februari 2017

Halaman : 35 hal

Persepsi Terhadap Kitab

Pertama aku dapat buku ini, aku bertanya-tanya ini kitab apa? Kenapa sangat tipis? Aku hampir selalu mengira kitab-kitab penting itu pasti tebal atau setidaknya ia bisa kamu lihat ukuran tebalnya. Tapi ini sangat tipis. Padahal pentingnya kitab tidak bisa dinilai dari ketebalannya saja. Apalagi jika kitab tersebut ditulis oleh seorang ulama besar, bahkan seorang Hujjatul Islam.  

Katanya banyak yang mengira kalau ini kitab membahas tentang kekeluargaan. Judulnya yang membuat ada orang yang berpikiran seperti itu, Ya Ayyuhal Walad! Duhai Anak. Tapi kenyataanya kitab ini berisi nasihat dari sang Imam kepada muridnya. Imam Ghazali memanggil muridnya dengan panggilan, “Hai, Anak!” Sepertinya oleh sebab itu Kitab ini diberi nama Ya Ayyuhal Walad.  

Aku menunda untuk membacanya sejak pertama aku dapat buku terjemah ini. Ah, aku pikir, ini kitab apa ya? Belum pernah aku dengar sebelumnya. Walau aku tidak meragukan penulisnya sedikit pun. Hingga akhirnya satu waktu aku putuskan untuk membaca dan menyelesaikannya saat itu juga. Sebab tipisnya buku ini aku mengira bisa cepat selesai. Tapi ternyata tidak bisa secepat itu.

Isi Kitab Ya Ayyuhal Walad

Setelah aku baca lembar pertama, aku mendapat gambaran bahwa ini buku yang sangat bermutu (kalau tidak mau dikatakan berat). Halaman awal menjelaskan sebab ditulisnya kitab, bahwa murid Sang Imam meminta agar gurunya ini menuliskan nasihat-nasihat yang bisa ia pegang selama hidupnya. Walaupun murid ini juga mengetahui tentang karya gurunya yang sudah banyak dikenal orang, Ihya Ulumuddin.

Kalimat-kalimat dalam buku ini mudah dicerna, ringkas, bisa untuk berbagai usia dan sangat padat makna. Selain itu juga kitab ini dipenuhi ayat Al – Al Quran dan Hadits. Nasihat-nasihatnya masih relevan dengan kondisi kehidupan sekarang. Membaca buku ini rasanya seperti dinasehati langsung oleh Hujjatul Islam Imam Ghazali. Semoga kita diakui sebagai murid beliau dan mendapat keberkahan dari kitab-kitab beliau yang kita pelajari.

Insyaallah membaca buku ini akan membuat kita kembali tersadar akan hal apa saja yang penting yang seharusnya kita fokuskan. Jika merasa perlu nasihat, maka kembali baca saja buku ini. Walau tipis, tapi aku yakin kamu akan banyak berhenti setelah membaca beberapa pesan untuk merenunginya.

Saya akan mengutip sedikit kalimat dalam buku terjemah ini,

Wahai Anak, nasihat itu mudah dan yang sulit adalah menerimanya, karena bagi pengikut hawa nafsu rasanya pahit.

Sebabnya ialah hati mereka menyukai larangan-larangan, khususnya penuntu ilmu yang resmi dan sibuk mengurusi kesenangan nafsu dan kebaikan dunia. Ia menyangka bahwa ilmu semata-mata akan menyebabkan keselamatannya dan tidak membutuhkan amal. Ini adalah keyakinan para ahli filsafat. Subhanallahil ‘adzhim (Maha Suci Allah yang Maha Agung).

Tidak hanya nasihat, ayat Al Quran dan hadits, di bagian akhir buku ini juga terdapat doa. Saya tulis artinya saja ya. Pesan Imam Ghazali kepada muridnya agar doa ini dibaca khususnya sehabis sholat.

“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu nikmat yang sempurna, perlindungan yang terus-menerus, rahmat yang menyeluruh, terwujudnya keselamatan, kehidupan yang paling bahagia dan kebaikan yang paling sempurna, pemberian nikmat yang paling merata, karunia yang paling nyaman dan kelembutan yang paling bermanfaat.”

Seperti yang di atas aku sampaikan, ada banyak versi terjemah kitab Ya Ayyuhal Walad. Salah satu lainnya yang aku tau Ustadzah Halimah Alaydrus juga sudah membuat terjemahnya. Mungkin selanjutnya akan saya post jika saya sudah punya (dan baca tentunya :D). Atau jangan-jangan kamu sudah baca duluan?

Author

rahmasafira
rahmasaf@rahmasafira.com
Hidup adalah anugerah. Kita hanya perlu terus berusaha, berproses dan yakin. Hasil sudah ranahnya Yang Maha Kuasa. Tapi kita sangat boleh berdoa. Jangan lupa kawal doa-doa itu dengan sholawat.

Bagaimana komentarmu? :)

%d bloggers like this: